Kamis, 08 Januari 2015

Malam Kelambu
Hening, sunyi ku merasa disini
dingin menusuk kulitku
hembusan angin menyebar luas masuk ke pori tubuhku
hemmmmmmmm,
ingin rasanya menyentuh kehangatan dikala senja
namun senja tlah hilang

Hilangnya senja tak mungkin lagi bisa terganti
mengapa ?
mengapa senja tlah hilang ?
menghakimi kesendirianku
di jalan ini, di gelap malam
di kesunyian aku berdiri

tak mudah untuk bangkit dalam mimpi
asa yang hilang
hati yang lemah
tak bisa ku menatap langit
tanpa arah ku terombang-ambing
bagai perahu yang terkena badai

pergi !
pergi dariku !
semua penat yang ada, aku sentak keluar
namun apa daya
diri merasakan tak sanggup menerima
semua yang ada telah pergi meninggalkan

cinta, bahagia, kepastian
tidak akan kembali ke jalan gelap
malam yang dingin menusuk hati
telah menghapus semua jalan
tak ada lagi cinta
tak ada lagi bahagia
tak ada lagi kepastian

Ragu, ragu ku melangkah
terbaring jatuh ku salah arah
meratapi apa yang sudah terjadi
air mataku mengalir deras
tersimpan lara yang amat dalam

di malam kelambu tanpa bintang
tanpa cahaya
tanpa sinar rembulan
aku terjatuh, terbaring sendiri
terjebak sunyi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar